Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) Bahasa Inggris SMA Revisi 2017


bahasainggris.guruindonesia.id
TAXONOMY BLOOM, ACUAN SOAL HOTS.

Assalamualaikum, Wr. Wb.
Salam sejahtera buat semua sahabat K13, para pendidik/guru. semoga kita selalu diberikan kekuatan dan semangat yang luar biasa untuk mendidik para calon pemimpin bangsa.

kali ini admin mau mengulas sedikit tentang soal HOTS, kebetulan dalam waktu dekat banyak ujian yang akan dihadapi oleh siswa/i kita semua. Tapi, sebelum siswa menghadapi uian. kita lebih dahulu yang menghadapi ujian, yaitu ujian membuat soal HOTS. Diakhir artikel, admin akan ngasih oleh-oleh buat sahabat K13 yang mapelnya sama dengan admin. Nyok, kita bahas..

Pengertian Soal HOTS – Higher Order Thinking Skill 

Tuntutan kurikulum 2013 (KURTILAS) adalah keaktifan berlajar berpusat pada siswa, guru lebih banyak sebagai inspirator, generator dan membimbing siswa untuk menemukan konsepnya. Di dalam evaluasi Kegiatan Belajar, diadakan evaluasi pembelajaran. Soal yang dikembangkan pada kurikulum 2013 ini harus soal yang dapat membuat siswa berpikir kritis sehingga guru harus menyajikan soal yang Higher Order Thinking Skills (HOTS). Lalu apakah Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) itu? 

Asal Mula Istilah HOTS 

HOTS awalnya dikenal dari konsep Benjamin S. Bloom dkk. dalam buku berjudul Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals (1956) yang mengategorikan berbagai tingkat pemikiran bernama Taksonomi Bloom, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Konsep ini merupakan tujuan-tujuan pembelajaran yang terbagi ke dalam tiga ranah, yaitu Kognitif (keterampilan mental seputar pengetahuan), Afektif (sisi emosi seputar sikap dan perasaan), dan Psikomotorik (kemampuan fisik seperti keterampilan). 

Konsep Taksonomi untuk menentukan tujuan belajar ini dapat kita sebut sebagai tujuan akhir dari sebuah proses pembelajaran. Jadi, setelah proses pembelajaran tertentu, siswa diharapkan dapat mengadopsi keterampilan, pengetahuan, serta sikap yang baru. 

Nach, HOTS sendiri merupakan bagian dari ranah kognitif yang ada dalam Taksonomi Bloom dan bertujuan untuk mengasah keterampilan mental seputar pengetahuan. Ranah kognitif versi Bloom ini kemudian direvisi oleh Lorin Anderson, David Karthwohl, dkk. pada 2001. Urutannya diubah menjadi enam, yaitu: 
Mengingat (remembering) 
Memahami (understanding) 
Mengaplikasikan (applying) 
Menganalisis (analyzing) 
Mengevaluasi (evaluating) 
Mencipta (creating) 

Tingkatan 1 hingga 3 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS), sedangkan tingkat 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). 

Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannyasampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasimerupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalammembangun gagasan/ide-ide. Kemampuan-kemampuan ini merupakan kemampuan berpikir level atas pada taksonomi Bloom yang terbaru hasil revisi oleh Anderson dan Krathwohl. 

Apa Tujuan Soal HOTS? 

Soal model HOTS ini mendorong siswa para untuk melakukan penalaran tingkat tinggi sehingga tidak terpaku hanya pada satu pola jawaban yang dihasilkan dari proses menghafal, tanpa mengetahui konsep ilmunya. HOTS merupakan salah satu tuntutan keterampilan dalam pembelajaran abad 21, yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. 

Soal HOTS memungkinkan untuk membuat jenis soal yang sama, namun dengan pertanyaan yang berbeda. Ketua Panitia SBMPTN 2019 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi menyebutkan, hal ini bertujuan untuk menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta sesuai dengan perkembangan teknologi informasi di era digital. Dengan membiasakan siswa dengan soal-soal yang menantang, potensi diri mereka juga bisa terpacu untuk semakin berkembang. 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita perhatikan pendapat para ahli tentang pengertian atau definisi HOTS (Higher Order of Thinking Skill) 

Menurt Bloom (1956) 

Higher Order Thinking (HOT) merupakan kemampuan abstrak yang berada pada ranah kognitip dari taksonomi sasaran pendidikan yakni mencakup analisiss, sintesis, dan evaluasi. 

Sedangkan menurut Resnick (1987) 

Higher Order Thinking (HOT) adalah suatu proses yang melibatkan mental, seperti klasifikasi, induksi, deduksi, dan reasoning. 

Menurut Gunawan, (2012:171) 

Kemampuan berpikir tingkat tinggi / Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah proses berpikir yang mengharuskan murid untuk memanipulasi informasi dan ide-ide dalam cara tertentu yang memberi mereka pengertian dan implikasi baru. 

Kuswana, (2012: 200) 

Berpikir tingkat tinggi melibatkan berpikir kritis dan kreatif yang dipandu oleh ide-ide kebenaran yang masing-masing mempunyai makna. Berpikir kritis dan kreatif saling ketergantungan, seperti juga kriteria dan nilai-nilai, nalar dan emosi. 

Menurut Ernawati (2017:196-197) 

Berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan cara berpikir yang tidak lagi hanya menghafal secara verbalistik saja namun juga memaknai hakikat dari yang terkandung diantaranya, untuk mampu memaknai makna dibutuhkan cara berpikir yang integralistik dengan analisis, sintesis, mengasosiasi hingga menarik kesimpulan menuju penciptaan ide-ide kreatif dan produktif. 

Menurut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof. Intan Ahmad, Ph.D. 

HOTS adalah satu cara untuk menguji apakah seseorang bisa menganalisis, membandingkan, menghitung, dan sebagainya. (Oktober 30, 2018) 

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi/ Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah kemampuan berpikir yang bukan hanya sekedar mengingat, menyatakan kembali, dan juga merujuk tanpa melakukan pengolahan, akan tetapi kemampuan berpikir untuk menelaah informasi secara kritis, kreatif, berkreasi dan mampu memecahkan masalah. 

HOTS merupakan salah satu tuntutan keterampilan dalam pembelajaran abad 21, yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. 

Setelah menyimak Pengertian Soal HOTS – Higher Order Thinking Skill (Kemampuan berpikir tingkat tinggi) diatas dapat kita Tarik kesimpulan bahwa yang dimaksud Soal HOTS (Higher Order of Thinking Skill) adalah Soal yang yang dapat dijawab melalui berpikir tingkat tinggi (Kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakonitif dan berpikir kreatif). 

Itulah postingan tentang Pengertian Soal HOTS – Higher Order Thinking Skill (Kemampuan berpikir tingkat tinggi) yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan tentang Pengertian Soal HOTS – Higher Order Thinking Skill (Kemampuan berpikir tingkat tinggi) diatas dapat menambah wawasan kita tentang pembuatan soal yang HOTS (Higher Order of Thinking Skill = Kemampuan berpikir tingkat tinggi). 

Berikut admin lampirkan, beberapa contoh soal HOTS mapel Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK K13 Revisi 2017. Pembahasan dan kunci jawaban klik .DISINI

2 Komentar untuk "Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) Bahasa Inggris SMA Revisi 2017"

  1. Kalau gak niat memberi informasi mendigngan gak usah sekalian pak, file yang anda upload error tidak bisa dibuka.

    BalasHapus
  2. Iya link yang diberikan tidak ada kaitan contoh soal hots

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel