APAKAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) ITU SELALU AUTIS?


Salam sejahtera rekan - rekan Sahabat K13. Apa kabar hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kesuksesan dalam menjalankan aktifitas hari ini. Jangan lupa tetap semangat dalam mencari ilmu pengetahuan untuk bekal kita dan masa depan anak didik kita.

Kali ini kita akan membahas tentang ABK atau Anak Berkebutuhan Khusus. Banyak dilingkungan sekolah yang beranggapan kalau anak ABK atau Anak Berkebutuhan Khusus itu pasti Autis, ternyata tidak. Anak Berkebutuhan Khusus itu ada banyak macam dan tingkatannya. Sekarang kita akan membahas macam dan gejala - gejala yang nampak dengan menggunakan Alat Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus. Alat tersebut berupa qusetioner yang kita isi berdasarkan gejala - gejala yang nampak dari anak tersebut. 

Petunjuk pengisiannya:
1. Gunakan Alat Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus (AI ABK) ini untuk seluruh siswa di kelas.
2. Usahakan untuk melihat gejala - gejala yang nampak pada setiap anak dengan seksama, mungkin memerlukan waktu beberapa hari, jangan tergesa - gesa.
3. Agar gejala mudah dikenali, pada beberapa pernyataan,anak dapat terlebih dahulu diberi tugas tertentu. Baru kemudian diamati pada saat mereka mengerjakan tugas tersebut.
4. Tiap gejala yang ditemukan pada setiap anak diberi nilai 1 (satu), sedangkan yang tidak ditemukan diberi nilai 0 (nol).
5. Setelah diberi nilai keseluruhan, jumlahkan nilai yang diperoleh pada setiap jenis kelainan.
6. Setelah diperoleh jumlah nilai dari setiap kelainan, kemudian bandingkan dengan nilai standar setiap jenis kelainan yang tertera pada AI ABK ini.
7. Bila nilai yang diperoleh sama dengan atau atau lebih tinggi dari nilai standar yang tertera pada setiap jenis kelainan, maka anak tersebut dapat dikategorikan tergolong anak yang mengalami suatu jenis kelainan tertentu.
8. Terdapat kemungkinan bahwa seorang anak mengalami lebih dari satu jenis kelainan (Kelainan Ganda), karena hal ini dapat terjadi.

IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (AI ABK)

Nama Sekolah : ...................
Kelas               : ...................
Di isi tanggal   : ...................
Nama Guru      : ..................
Nama Siswa    : ..................

Gejala yang diamati :
bahasainggris.guruindonesia.id
1. Tuna netra (anak yang mengalami gangguan penglihatan)
a. Tidak mampu melihat.
b. Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter
c. Kerusakan nyata pada kedua bola mata
d. Sering meraba - raba / tersandung waktu berjalan
e. Mengalami kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya
f. Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/bersisik/kering
g. Peradangan hebat pada kedua bola mata
h. Mata bergoyang terus

Nilai standarnya adalah 6, artinya bila anak mengalami minimal 6 gejala diatas maka ana tersebut termasuk tuna netra.

2. Tuna Rungu (anak yang mengalami gangguan pendengaran)
a. Tidak mampu mendengar
b. Terlambat perkembangan bahasa
c. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi
sarpen.id/erik
d. Kurang/tidak tanggap bila diajak bicara
e. Ucapan kata tidak jelas
f. Kualitas suara aneh/monoton
g. Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar
h. Banyak perhatian terhadap getaran
i. Keluar nanahdari kedua telinga
j. Terdapat kelainan organis pada telinga

Nilai standarnya 7.

3. Tuna Daksa (anak yang mengalami kelainan anggota tubuh/gerakan)
a. Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh
sarpen.id/erikb. Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna, tidak lentur/tidak terkendali)
c. Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa
d. Terdapat cacat pada alat gerak
e. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam
f. Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk dan menunjukan sikap tubuh tidak normal
g. Hiperaktif/tidak dapat tenang

Nilai standarnya 5.

4. Anak Berbakat (anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa)
a. Membaca pada usia lebih muda
bahasainggris.gururindonesia.idb. Membaca lebih cepat dan lebih banyak
c. Memiliki perbendaharaan kata lebih banyak
d. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
e. Mempunyai minat yang luas, juga terhadap masalah orang dewasa
f. Mempunyai inisiatif dan dapat bekerja sendiri
g. Menunjukan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal
h. Memberi jawaban - jawaban yang baik
i. Dapat memberikan banyak gagasan
j. Luwes dalam berfikir
k. Terbuka terhadap rangsangan - rangsangan dari lingkungan
l. Mempunyai pengamatan yang tajam
m. Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang
n. Berfikir kritis, juga terhadap diri sendiri
o. Senang mencoba hal-hal baru
p. Mempunyai daya abstraksi, konseptualisasi dan sintesis yang tinggi
q. Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah
r. Cepat menangkap hubungan sebab akibat
s. Berprilaku terarah pada tujuan
t. Mempunyai daya imajinasi yang kuat
u. Mempunyai banyak kegemaran
v. Mempunyai daya ingat yang kuat
w. Tidak cepat puas dengan prestasi
x. Peka (sensitif) serta menggunakan firasat (intuisi)
y. Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan

Nilai standarnya 18.

5. Tuna Grahita
a. Penampilan fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu besar/kecil
sarpen.id/erikb. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia
c. Perkembangan bicara/bahasa lambat
d. Tidak ada/kurang sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong)
e. Koordinasi gerak kurang (gerakan sering tidak terkendali)
f. Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler)

Nilai standarnya 4.

6. Anak Lamban Belajar
a. Rata - rata prestasi belajarnya kurang dari 6
b. Dalam menyelesaikan tugas - tugas akademik sering terlambat dibandingkan teman seusianya
c. Daya tangkap terhadap pelajaran lambat
d. Pernah tidak naik kelas

Nilai standarnya 3

7. Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik :
bahasainggris.guruindonesia.id
A. Anak yang mengalami kesulitan membaca (Disleksia)
a. Perkembangan kemempuan membaca terlambat
b. Kemempuan memahami isi bacaan rendah
c. Kalau membaca sering banyak kesalahan

Nilai standarnya 3.

B. Anak yang mengalami kesulitan belajar menulis (Disgrafia)
sarpen.id/erika. Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai
b. Sering salah menulis huruf b denga p, p denga q, v dengan u, 2 dengan 5, 6 dengan 9
c. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca
d. Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang
e. Sulit menulis dengan lurus pada kertas bergaris

Nilai standarnya 4.

sarpen.id/erikC. Anak yang mengalami kesulitan belajar menghitung (Diskalkulia)
a. Sulit membedakan : +, -, x, :, >, < =
b. Sulit mengoprasikan hitungan/bilangan
c. Sering salah membilang denga urut
d. Sering salah membedakan angka 9 denga 6, 17 dengan 71, 2 dengan 5, 3 dengan 8
e. Sulit membedakan bangun-bangun geometri

Nilai standarnya 4.

8. Anak yang mengalami gangguan komunikasi
a. Sulit menangkap pembicaraan orang lain
b. Tidak lancar dalam berbicara/mengemukakan ide
c. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi
d. Kalau berbicara sering gagap/gugup
e. Suaranya parau/aneh
f. Tidak fasih mengucapkan kata-kata tertentu/celat/cadel
g. Organ berbicaranya tidak normal/sumbing

Nilai standarnya 5.
bahasainggris.guruindonesia.id
9. Tuna Laras (anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku)
a. Bersikap membangkang
b. Mudah terangsang emosi
c. Sering melakukan tindakan agresif
d. Sering bertindak melanggar norma sosial/norma susila/hukum

Nilai standarnya 5.

10. Anak yang mengalami ADHD (gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktivitas)
Gejala ADHD sebenarnya sudah bisa teramati sejak anak usia antara 3-6 tahun. gejala yang muncul dalam 3 tipe: Inattention, Hyperactivity dan Impulsivity. Pada umumnya beberapa anak menampilkan beberapa gejala ini, namun pada anak ADHD gejala yang muncul lebih beratdan lebih kerap terjadi.

A. Inattention
bahasainggris.guruindonesia.ida. Sering kehilangan minat pada tugas, mudah lupa pada materi yang baru diajarkan, lupa meletakan barang serta mudah beralih perhatian/kegiatan.
b. Memiliki kesulitan untuk memusatkan diri, mengatur dan menyelesaikan tugas.
c. Kehilangan minat terhadap sesuatu (pelajaran) beberapa saat, kecuali pada hal yang menarik baginya.
d. Mengalami kesulitan untuk mengerjakan PR.
e. Sering kehilangan barang (misalnya: pensil, mainan, dan barang - barang pribadinya.
f. Jika diajak bicara nampak enggan memperhatikan/menyimak lawan bicara.
g. Suka melamun, nampak seperti kebingungan dan sering berlambat - lambat
h. Mengalami kesulitan untuk mengolah informasi dengan cepat dan akurat.
i. Sulit untuk mengikuti instruksi.

B. Hyperactivity
bahasainggris.guruindonesia.ida. Sulit untuk duduk tenang dan sering bangkit dari tempat duduknya.
b. Suka ngobrol dan tidak henti bicara.
c. Berkeliling dalam kelas, menyentuh dan memeinkan benda apapun yang ada disekelilingnya.
d. Sulit duduk tenang selama kegiatan makan, belajar, maupun saat harus menyimak dongeng/cerita sedang dibacakan.
e. Sulit mengikuti dan berusaha untuk selesaikan tugas dan kegiatan yang diberikan.


C. Impulsivity.
a. Sangat tidak sabaran.
bahasainggris.guruindonesia.idb. Kerap melontarkan komentar yang kadang tidak pantas (kasar/jorok)
c. Terang-terangan menunjukan reaksi emosional, mudah tersinggung dan mudah terprovokasi (tanpa rasa bersalah)
d. Menampilkan perilaku yang tidak terarah serta tidak mempertimbangkan dampak dari perilakunya tersebut bagi dir sendiri dan orang lain
e. Menyela pembicaraan dan aktivitas yang sedang dilakukan orang lain, tidak suka mengantri dan menunggu giliran.

Penilaiannya :
Anak yang mengalami ADHD harus memunculkan gejala seperti diatas di lebih dari satu setting kehidupan sehari-harinya (bisa di rumah, di sekolah maupun interaksi dengan teman-temannya)
a. anak tersebut memiliki paling tidak 6 gejala Inattention atau 6 gejala Hyperactivity/Impulsivity dimana beberapa dari gejala tersebut muncul sebelum ia berusia 7 tahun.
b. Gejala-gejala tersebut muncul paling tidak selama 6 bulan, di dua atau lebih setting kehidupannya dan bukan karena penyebab yang lain.
c. Gejala-gejala tersebut sedemikian beratnya sehingga membuat anak mengalami serangkaian hambatan baik di rumah, sekola maupun dalam relasi interpersonal dengan rekan sebayanya.

Yupzz.. Rekan-rekan ternyata Anak Berkebutuhan Khusus banyak jenisnya dan bisa kita kenali dari usia dini atau sejak usia 3 tahun. Alat Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus ini bisa juga kita gunakan untuk menganalisa anak kita sendiri, dimana kadang kita sendiri bingung kenapa anak kita ko seperti ini atau seperti itu. Mudah-mudahan artikel ini dapat berguna untuk rekan-rekan semua.

Jangan lupa apa kata pa' Ustadz "Sampaikanlah walaupun 1 ayat", jadi jangan lupa di share. berikutnya saya akan bahas bagaimana menangulangi anak-anak berkebutuhan khusus, terutama saat tantrum. "Ingat, Hanya guru istimewa yang diberikan siswa istimewa" dan "Hanya orang tua istimewa yang diberikan anak istimewa".Terima kasih, semoga bermanfaat.. Wassalamualaikum. Wr. Wb.

Belum ada Komentar untuk "APAKAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) ITU SELALU AUTIS?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel