Direct and Indirect Speech (Pengertian, Rumus dan Contoh Penerapan)

bahasainggris.guruindonesia.id
Direct and Indirect Speech


Assalamualaikum. Wr. Wb. 

Salam sejahtera tuk seluruh Rekan Pendidikan Sahabat K13, apa kabar hari ini? Semoga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan aktifitas hari ini, dan jangan patah semangat dalam menuntut ilmu demi masa depan pendidikan di Indonesia.

Kali ini admin akan sedikit membahas materi tentang "Direct and Indirect", dimulai dari pengertian sampai contoh penerapannya. Yuk kita mulai.


A. Pengertian Direct Indirect Speech. 


Direct speech adalah suatu kalimat yang diucapkan secara langsung oleh pembicara yang dalam penulisannya disertai dengan tanda aphostrof di awal dan akhir kalimatnya sebagaimana teks dialog atau percakapan. Contoh: 


Andi bilang kepada saya: “kamu adalah orang yang sangat aku cintai”

Andi says to me: “you are the one I love very much”

Sedangkan Indirect speech adalah suatu kalimat yang menggambarkan perkataan orang lain atau dirinya sendiri secara tidak langsung (tidak persis seperti yang dikatakan pada saat diucapkan). Seperti jika kita merubah contoh kalimat di atas maka indirect speechnya menjadi: 


Andi bilang kepada saya bahwa saya adalah orang yang sangat ia cintai.

Andi says to me that I am the one he love so much 

Direct Indirect Speech dikenal juga dengan istilah Reported Speech. Direct indirect speech mengandung dua bentuk atau format kalimat yaitu: 1). Direct speech dan 2). Indirect speech. Direct speech adalah kalimat yang diucapkan secara langsung oleh pembicara dan jika ditulis kalimat tersebut akan diberi tanda kutip. Sedangkan Indirect Speech adalah mengulangi, melaporkan atau mengutip ucapan seseorang baik diri sendiri maupun orang lain dan cara penulisannya tanpa diberi tanda kutip. Contoh:


Direct Speech: Rasyid says to me: “I am sorry because I have treated you bad yesterday“.

Indirect Speech: Rasyid said to me that he was sorry because he had treated me bad the day before. 

B. Cara Praktis Memahami Rumus Direct Indirect Speech 

Rumus Direct Indirect Speech merupakan salah satu grammar dengan rumus yang banyak dan agak rumit karena kita diharuskan menghafalkan semua perubahan tenses, subjek dan juga keterangan waktunya. Jumlah tenses ada 16, kadang kita disulitkan menghafalkannya, apalagi masih harus mengingat perubahannya jika dibentuk dalam Direct ke dalam bentuk Indirect Speech. Berikut ini akan saya share bagaimana cara memahami perubahan tenses dalam rumus direct indirect speech tanpa perlu menghafalkan perubahannya satu persatu dengan memahami pola perubahannya. 

Pada dasarnya, perubahan Direct/Indirect Speech dalam bentuk kalimat past tense hanya terjadi dalam 2 pola:


V1 –> V2

V2 –> Past Perfect

Keterangan: 

Yang termasuk dalam kata kerja bentuk pertama dalam rumusan ini dapat berbentuk present (verb 1) dan future (Will) dimana will juga merupakan kata kerja bentuk pertama (verb 1) serta modal lain dalam bentuk verb 1 seperti can, may dan lain sebagainya. 

Jika sudah dalam kata kerja bentuk kedua (past tense) maka harus dirubah dengan menambah perfect tense. 

Jika sudah dalam bentuk past tense yang ditambah perfect maka sudah tidak ada perubahan lagi (mentok karena tidak ada tenses yang lebih past lagi selain past yang ditambah dengan perfect). Sehingga wajar jika dalam rumus dasarnya, past perfect dan past perfect continuous kemudian past future perfect dan past future perfect continuous (bagi yang menganut aliran tenses ada 16) tidak ada perubahan. 

C. Aturan Perubahan Direct Indirect Speech 

Siswa sering kali dibingungkan dengan perubahan kalimat dari direct speech ke indirect speech dalam hal perubahan tenses, subjek objek serta tempat dan waktu. Berikut aturan perubahannya: 

1. Tenses. 

Perubahan tenses di bawah ini terjadi jika Induk kalimatnya berupa bentuk Past tense, sedang jika induk kalimatnya dalam bentuk present tense seperti contoh di atas, maka tidak ada perubahan. 

No
DIRECT
INDIRECT
1
Simple Present
Simple past
2
Present Continuous
Past Continuous
3
Present Perfect
Past Perfect
4
Present Perfect Continous
Past Perfect Continous
5
Simple Past
Past Perfect
6
Past continuous
Past Perfect continuous
7
Past perfect
Past perfect
8
Past perfect continuous
Past perfect continuous
9
Simple Future
Past Future
10
Future Continuous
Past future continuous
11
Future Perfect
Past Future Perfect
12
Future Perfect Continuous
Past Future Perfect Continuous
2. Keterangan waktu dan tempat 


No
DIRECT
INDIRECT
1
Now
Then
2
Tomorrow
The following day
3
Yesterday
The day before
4
Next week
The following week
5
Tonight/Today
That night/That day
6
Here
There
7
This
That
8
These
Those
3. Berdasar bentuk Kalimat 

Bentuk dasar kalimat juga berpengaruh pada perubahan kalimat dari direct ke indirect speech. Bentuk dasar kalimat yang dimaksud adalah: 

1. Statement (pernyataan)

Dalam Indirect Statement kita menggunakan kata “that” (bahwa) sebagai penghubung antara kalimat pengantar/induk kalimat (introduce phrase) dan kata-kata yang dilaporkan/anak kalimat (reported words). Kata yang biasa digunakan bukan hanya told dan said saja, melainkan bisa juga menggunakan:accused, admitted, advised, alleged, agreed, begged, boasted, complained, denied, explained, implied, invited, offered, ordered, promised, replied, suggested, dkk. Contoh: 

He suggested: you should come to the party.
He suggested I should come to the party. 

Andi told me: “I invite you to come to my party tonight”
Andi told me that he invited me to come to his party that night 

My sister said to me: “Papa warned me last night”
My sister said to me that papa had warned her the night before. 

2. Command (perintah)
Perintah berarti menyuruh untuk melakukan atau tidak melakukan (melarang) dengan kata jangan (don’t). Menyuruh untuk melakukan berarti bersifat positif, sedangkan melarang bersifat negatif (menggunakan don’t). 

a. Positif
Dalam perintah positif kita tambahkan to di depan kalimat perintahnya, sebagai penghubung antara induk kalimat dan anak kalimat yang berupa kalimat perintah.
Contoh: 

He asked me: “Open your book”
He asked me to open my book. 

Garet aksed me: “stop talking to Janet”.
Gareth asked me to stop talking to Janet. 

b. Negatif
Dalam perintah negatif kita tambahkan not to di depan perintah yang dilaporkan.
Contoh: 

Mary told John: “Don’t wait for me’
Mary told John not to wait for her. 

Father said to my sister: “don’t go alone in the middle of the night.
Father asked to my sister not to go alone in the middle of the night. 

3. Question (pertanyaan)
Kalimat pertanyaan dibagi menjadi dua kategori: 

Pertanyaan yang menggunakan kata tanya (what, where, when, who, why, how), maka kata tanya tersebulah yang menjadi penghubung antara induk dan induk kalimat.
Contoh: 

He asked me : “How will you go there ?”
He asked me how I would go there 

Pertanyaan yang tidak menggunakan kata tanya dan jawabannya berupa yes atau no.
Contoh: 

The teacher asked her : “Have you finish your homework ?”
The teacher asked her if he had finished her homework. 

Catatan: 

Kita boleh menggunakan present tense atau past tense jika kebenarannya masih terjadi hingga saat ini. Contoh: 
“My name is Lynne”, she said. Indirectnya boleh: She said her name was Lynne. Boleh juga: She said her name is Lynne. 

D. Contoh Penerapannya. 

Contoh 1: (Present Tense)

Direct Speech: Robby says: “I have taken a bath”
Indirect Speech: Robby Said that he had taken a bath.

Karena have adalah V1 maka kita harus menggunakan pola perubahan yang pertama: mengganti kata yang jatuh setelah subjek:


V1 –> V2 yakni have –>had. Perubahan yang sebenarnya terjadi adalah Present Perfect tense –> Past Perfect tense. 

Contoh 2: (Past Tense)

Direct Speech: Rasyid asks me: “did you come to school yesterday?”
Indirect Speech: Rasyid asked me if I had come to school the day before.

Rumus yang kita pakai:
V2 –> Past perfect. Perubahan yang terjadi sebenarnya adalah dari Simple Past tense menjadi Past Perfect tense.

Note: lalu kenapa bukan come yang dirubah? Padalah menurut rumus dasarnya yang harus diganti adalah yang jatuh setelah Subjek. Hal ini karena formatnya pertanyaan. Jika dibentuk dalam bentuk pernyataan: you came to school yesterday. 

Contoh 3: (Future Tense)

Direct Speech: Gafur says: ” I will have finished my duty in the end of this month”
Indirect Speech: Gafur said that he would have finished his duty in the end of this month.

Pola yang kita gunakan adalah yang pertama karena will adalah V 1:

V1 (will) –> V2 (would). Perubahan yang terjadi adalah future perfect tense menjadi Past future perfect tense. 

Contoh 4: (Modal)

Direct Speech: Robby says: “I can fly without wings”
Indirect Speech: Robby said that he could fly without wings.

Pola yang kita gunakan adalah yang pertama karena can (modal) adalah verb 1:

V1 (can) –> V2 (Could). 

Jika sudah memahami rumusan di atas, sekarang coba ambil satu kalimat aktif dan ubah ke dalam kalimat passive dan cocokkan dengan rumusan yang benar.

Demikianlah penjelasan singkat tentang "Direct and Indirect Speech", mudah-mudahan bermanfaat. Ingat kata pa' Ustadz, "Sampaikanlah walaupun 1 ayat", jadi jangan lupa dishare. Jika ada hal yang kurang tepat atau perlu ditambahkan silahkan di kolom komentar nya. Terima kasih. Wassalamulaikum. Wr. Wb.



Belum ada Komentar untuk "Direct and Indirect Speech (Pengertian, Rumus dan Contoh Penerapan)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel