Strategi Multiple Intelligences (Active Leraning: Ceramah)

sarpen.id/erik
Strategi Multiple Intelligences (Active Leraning: Ceramah)
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera kepada seluruh Rekan Pendidik Nusantara, apa kabar hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal'afiat dan selalu diberikan kesuksesan dalam menjalankan aktivitas hari ini, tidak lupa selalu bersemangat dalam menuntut ilmu pengetahuan sebagai bekal kita mengajar dan berbagi tuk siswa/siswi kita semua. Aamiin..

Kali ini admin akan sedikit membahas tentang Strategi Multiple Intelligences. Dalam kurikulum 2013 para pengajar atau pendidik diwajibkan tuk kreatif dalam menggunakan metode pengajaran bagi seluruh siswanya, agar terget pendidikan yang diharapkan oleh pemerintah tercapai bahkan melampaui. 

Diakhir kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), pemerintah sudah merevisi KTSP dengan menjelaskan metode Active Learning. Active Learning pada Dasarnya Strategi Multiple Intelligences, banyak para pakar atau ahli menjelaskan tentang banyak strategi dalam metode pembelajaran. Menurut Thomas Armstrong, strategi pembelajaran multiple intelligences adalah suatu cara meng- akses informasi melalui delapan jalur kecerdasan yang ada pada masing-masing siswa, namun untuk mengeluarkannya kembali seluruh kecerdasan bersinergi dalam satu kesatuan yang unik sesuai dengan kebutuhan. Sehingga siswa mampu memecahkan masalah-masalah pembelajaran dengan cara yang menakjubkan. 

Armstrong (2002) mengatakan bahwa, dengan teori multiple intelligences, memungkinkan guru mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang relatif baru dalam dunia pendidikan. Meskipun demikian, Armstrong menambahkan bahwa tidak ada rangkaian pembelajaran yang bekerja secara efektif untuk semua siswa. Setiap siswa memiliki kecenderungan tertentu pada kedelapan kecer- dasan yang ada. 

Oleh karena itu, suatu strategi mungkin akan efektif pada sekelompok siswa, tetapi akan gagal bila diterapkan pada kelompok lain. Dengan dasar ini, sudah seharusnya guru memperhatikan jenis kecerdasan yang menonjol pada masing-masing siswa agar dapat menentukan strategi pembe- lajaran yang tepat dan dapat mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri siswa. 

Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa setiap strategi yang ada pada masing- masing kecerdasan dapat diimplementasikan untuk semua mata pelajaran yang ada dalam kuriku- lum. Misalnya, strategi pembelajaran matematis-logis dapat diimplementasikan bukan saja dalam mata pelajaran matematika, tetapi juga mata pelajaran lain seperti bahasa, isika atau mata pelajaran lain yang menuntut unsur logika di dalamnya. 

Artikel ini akan membahas Strategi Mengajar Multiple Intelligences. Artinya, tidak ada batasan strategi pembelajaran, tergantung daya kreativitas guru mendesain prosedur aktivitas pengajarannya. Siber- man (2001) menyebut ada 101 bentuk metode pembelajaran active learning, maka sah kiranya jika admin membahas Strategi Mengajar Multiple Intelligences. Metode-metode mengajar kreatif terus berkembang sesuai tingkat kreativitas dan daya cipta guru yang disesuaikan dengan kecenderungan kecerdasan siswa. 

Inti pengajaran strategi multiple intelligences adalah siswa belajar aktif. Menurut L. Dee Fink (1999) pembelajaran siswa aktif (active learning) adalah suatu proses pembelajaran untuk member- dayakan peserta didik agar belajar dengan menggunakan berbagai cara/strategi secara aktif. Pem- belajaran aktif sesuai multiple intelligences siswa merupakan cara belajar yang sesuai cara kerja otak (Blakeslee et al. 2010) 

Proses kegiatan balajar mengajar akan lebih mudah dipahami serta lebih lama diingat siswa, apabila siswa dilibatkan secara aktif baik mental, isik, dan sosial. Guru dapat menggunakan pilihan strategi atau metode mengajarnya, dengan syarat pemilihan strategi atau metode sesuai dengan multiple intelligences, gaya belajar siswa, dan modalitas belajar siswa. 

Penggunaan strategi belajar aktif dalam pembelajaran akan lebih efektif apabila perencanaan pembelajaran guru (lesson plan) didesain sesuai gaya belajar siswa yang dikonsultasikan agar mendapatkan hasil perencanaan pengajaran yang eisien untuk mencapai kompetensi dasar. (Chatib, 2009). Metode pengajaran berdasarkan teori multiple intelligences dapat meningkatkan aktivitas dan rasa senang siswa terhadap pelajaran. (Said, 2015; Sugiharti, 2005) 

Strategi pembelajaran disesuaikan dengan kecerdasan yang dipilih. Hamzah B. Uno dan Masri Kuadrat (2009: 129) mengemukakan strategi-strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk berdasarkan kecerdasan peserta didik yang dominan.
Pengelompokan Siswa dalam Kelas Berdasarkan Gaya Belajar atau Kecenderungan Kecerdasan Jamak
Strategi Mengajar Kecerdasan Linguistik 

Inti kegiatan belajar melalui pendekatan kecerdasan linguistik menekankan pada keterampilan menggunakan bahasa. Dalam bentuk kata/kalimat yang diucapkan (lisan) dengan pola yang ter- struktur, kemampuan mengolah kata. Mengajar dengan pendekatan linguistik merupakan sebuah keterampilan menggabungkan berbagai komponen bahasa, menulis, menyimak dan berbicara untuk mengingat, berkomunikasi, menjelaskan, memengaruhi, menyusun makna dan menggambarkan ba- hasa itu sendiri. (Campbell & Dickinson, 2006) 

Mengajar menggunakan strategi pendekatan linguistik memungkinkan proses input pengeta- huan terjadi pada cluster otak bagian lobus temporal kiri dan lobus frontal (area Broca dan Wer- nicke), yaitu suatu area yang bertanggung jawab terhadap kemampuan menggunakan bahasa, baik membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, dan berdebat.
 

Berikut ini akan dipaparkan berbagai strategi mengajar yang melibatkan kecerdasan linguistik. 

Ceramah 

a. Deinisi 

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendeinisikan ceramah sebagai pidato membahas suatu ma- salah; suka bercakap-cakap, tidak pendiam, ramah-tamah; cerewet, banyak cakap. Sementara, pem- bicara ceramah disebut penceramah. (Podo et al. 2012: 158) 

b. Strategi Ceramah 

Sangat mungkin, metode mengajar yang paling tua usianya dan sering digunakan adalah metode ceramah. Banyak guru memahami ceramah persis seperti yang diungkapkan Winarno Surahmad dan Muhibbin Syah (2000), yaitu: 

Winarno Surahmad: adalah pelaksanaan pembelajaran yang dituturkan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya dengan menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada siswa. 

Muhibbin Syah: adalah mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang ada, umumnya siswa mengikuti secara pasif. 

Bagi guru, metode ceramah sudah sangat umum digunakan dalam proses pembelajaran, namun ironinya yang ceramah adalah guru, bukan siswa. Sehingga, aktivitas pembelajaran menjadi bosan, siswa menjadi mengantuk. Idealnya, mengajar menggunakan strategi multiple intelligences ceramah adalah menitikberatkan pada kemampuan siswa menyampaikan inti gagasan materi atau inti sari materi yang telah diajarkan guru. 

Alasan inilah yang menyebabkan metode ceramah dianggap sebagai penyebab utama dari ren- dahnya minat belajar siswa terhadap pelajaran. Lain halnya jika yang berceramah adalah siswa, diper- caya aktivitas belajar siswa akan aktif dan menggairahkan. Sebab, seorang siswa berceramah siswa lainnya menyimak dan menilai teman. Dalam konteks siswa yang berceramah, saya menyebutnya sebagai strategi ceramah. 

Strategi ceramah dalam kegiatan belajar mengajar menitikberatkan pada kemampuan siswa dalam menguraikan, menyampaikan, menuturkan, baik secara lisan maupun tertulis terhadap suatu materi yang dipelajari. Inti penerapan strategi ceramah adalah, siswa yang ceramah, bukan guru yang berceramah terus-menerus (teacher talking time). 

Setidaknya, ketika siswa yang menyampaikan ceramah dan mengembangkan materi dalam cera- mahnya sesuai dengan ungkapan Siberman (2013): “Kita dapat menceritakan sesuatu kepada siswa dengan cepat. Namun siswa akan melupakan apa yang kita ceritakan itu dengan lebih cepat.” 

c. Prosedur Penerapan Strategi Ceramah 

Nana Sujana (2000) menegaskan, penggunaan strategi ceramah jika dipersiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media pembelajaran serta memperhatikan batas-batas penggunaanya, maka aktivitas kegiatan belajar mengajar akan dinamis. Prosedur penerapan strategi ceramah yang dipersiapkan guru, menekankan pada aktivitas siswa belajar dan guru sebagai fasilitator yang me- nyiapkan media pembelajaran serta sebagai katalisator yang memantik kecerdasan siswa. 

Berikut prosedur penerapan strategi ceramah: 

1) Inti sari materi ajar. 
Guru menyiapkan inti sari/poin-poin penting materi yang telah disampaikan kepada siswa. Poin- poin penting materi dapat dibuat dalam bentuk potongan kertas, sehingga saat siswa menyam- paikan ceramahnya, siswa dapat mengembangkan materi berdasarkan poin-poin penting ma- teri. 

2) Isi materi ajar
Materi ajar terlebih dahulu telah dipelajari siswa secara interaktif, sehingga saat siswa menyam- paikan ceramahnya, isi materi dapat diuraikan dan dikembangkan sendiri oleh siswa. Sebaiknya aktivitas ceramah yang dilakukan siswa bukan merupakan tatap muka pertama, sebab terlebih dahulu sebelum siswa melakukan aktivitas ceramah telah mendapatkan pengantar mengenai pokok-pokok materi pada pertemuan sebelumnya. 

3) Harus ada tema materi yang akan diceramahkan siswa
Keberhasilan ceramah sangat tergantung kepada tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Oleh karena itu, disarankan penggunaan metode ceramah bagi siswa setelah mempelajari materi pada pertemuan sebelumnya. 

4) Menyiapkan lembar penilaian ceramah
Metode penilaian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 
@. Penilaian antarsesama siswa. 
@. Penilaian yang dilakukan guru. 

5) Ketika ceramah dimulai, mintalah siswa untuk
@. Menggarisbawahi ide-ide yang penting. 
@. Mencatat poin yang belum jelas atau yang menarik. 
@. Mencatat poin yang memerlukan jawaban/penjelasan lebih lanjut.

6) Setelah ceramah selesai, mintalah siswa untuk menuliskan atau menjelaskan
@. Hal-hal baru apa yang baru saja mereka ketahui. 
@. Relevansinya terhadap kehidupan siswa. 

7) Alokasi waktu ceramah
Siswa bergiliran menyampaikan ceramah dengan waktu yang telah ditetapkan guru atau waktu dibatasi sesuai kebutuhan. Saat siswa berceramah, siswa lain menyimak dan memberikan pe- nilaian. 

d. Rekomendasi Penggunaan Strategi Ceramah

Metode ceramah ideal digunakan guru pada jenjang SMP dan SMA. Dalam konteks guru sebagai fasilitator, maka siswa melakukan aktivitas berceramah sesuai bahasan materi yang sudah diajarkan guru. Metode ceramah adalah siswa yang melakukan aktivitas ceramah bukan guru yang berceramah (teacher talking time). 

e. Pendekatan Multiple Intelligences dan Modalitas Belajar

Strategi mengajar ceramah terkait erat dengan kemampuan siswa menggunakan bahasa se- cara lisan. Supaya mungkin siswa berbicara secara efektif saat menyampaikan ceramahnya dan 

siswa lainnya mendengar dan merespons setiap suara, ritme, dan berbagai ungkapan kata. Meng- gunakan keterampilan berbicara dan menyimak, mengomunikasikan gagasan-gagasan inti materi yang disampaikan, dan pada level advance siswa menggambarkan bahasa itu sendiri. Hal demikian merupakan karakteristik kecerdasan verbal-linguistik. 

Dan kita menyadari saat siswa tampil sebagai penceramah di depan kelas, ada bahasa-baha- sa tubuh atau respons tubuh ketika siswa mengungkapkan dan menggambarkan sesuatu yang di- maksud, yang demikian merupakan sifat kecerdasan kinestetik. Faktor percaya diri berperan dalam proses ceramah saat siswa tampil berceramah di depan kelas, sementara modalitas belajar yang digunakan adalah kinestetik dan auditori. 

f. Rubrik Penilaian Autentik

Jenis penilaian autentik strategi ceramah, sebagai berikut: 
1) Penilaian unjuk kerja (performance): menekankan aktivitas pengamatan terhadap aktivitas siswa sebagaimana terjadi, berupa unjuk kerja, tingkah laku, dan interaksi. 
2) Penilaian sikap: menekankan penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap objek sikap. 
3) Penilaian diri (self-assessment): menilai diri sendiri berkaitan dengan status, proses, tingkat pen- capaian kompetensi yang dipelajarinya. 

Berikut rubrik penilaian strategi ceramah:

g. Contoh Penilaian Autentik (Strategi Ceramah)

Demkian pembahasan salah satu metode Active Learning dari banyaknya Strategi Multiple Intelligences, akan banyak lagi strategi lain yang akan admin share dalam artikel - atikel guruindonesia.id. Terima kasih. Wassalamualaikum. Wr. wb.

Belum ada Komentar untuk "Strategi Multiple Intelligences (Active Leraning: Ceramah)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel